SOLOK KOTA - Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) menerima alokasi anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp50 miliar yang akan difokuskan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur dasar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sekretaris Dinas PUPR Kota Solok Dahwirman, SE menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembenahan sistem drainase, peningkatan kualitas akses jalan, pembangunan shelter multifungsi di Jalan Cengkeh, hingga revitalisasi Pasar Raya Solok.

Menurutnya, pembenahan drainase menjadi salah satu prioritas utama guna mengurangi potensi genangan dan banjir yang selama ini kerap terjadi di beberapa titik di Kota Solok. Perbaikan sistem drainase diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperlancar aliran air saat curah hujan tinggi.
Selain itu, anggaran TKD juga akan dialokasikan untuk peningkatan akses jalan guna memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung konektivitas antarwilayah. Infrastruktur jalan yang baik dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan pelayanan publik.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan shelter multifungsi di kawasan Jalan Cengkeh. Fasilitas tersebut dirancang tidak hanya sebagai pusat aktivitas perekonomian masyarakat, tetapi juga memiliki fungsi sebagai lokasi pengungsian sementara apabila terjadi bencana.
"Konsep shelter ini bersifat multifungsi. Dalam kondisi normal dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, sementara saat terjadi bencana dapat difungsikan sebagai tempat evakuasi dan pengungsian, " ujar Sekretaris Dinas PUPR Kota Solok.

Pemerintah Kota Solok juga berencana memanfaatkan sebagian anggaran tersebut untuk pembenahan Pasar Raya Solok sebagai salah satu pusat perdagangan utama di daerah. Penataan pasar diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, tertata, dan mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Akan tetapi, ditekankannya, perencanaan ini masih dalam proses pembahasan dan masih terbuka kemungkinan terjadi perubahan sesuai dengan kebutuhan yang dinilai lebih urgent dan prioritas.
Melalui dukungan anggaran TKD sebesar Rp50 miliar ini, Pemerintah Kota Solok optimistis pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih optimal. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperkuat ketahanan kota terhadap bencana serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dina Syafitri